Langsung ke konten utama

✨ PROMO APRIL: Paket Penerbitan “LARIK” dari Penerbit Pakalawaki ✨

 




Hai, para penulis hebat!
Punya naskah puisi, cerpen, esai, atau karya sastra lainnya yang ingin segera terbit?
Penerbit Pakalawaki hadir dengan Paket Penerbitan "LARIK" – solusi terbaik untuk kamu yang ingin menerbitkan karya dengan harga terjangkau dan layanan lengkap.

📚 Apa itu Paket "LARIK"?

Paket “LARIK” adalah program penerbitan eksklusif untuk kamu yang ingin menerbitkan karya sastra dalam jumlah terbatas (10 eksemplar) dengan harga spesial. Cocok untuk kamu yang baru mulai menulis atau ingin mencoba menerbitkan karya secara profesional.


💰 PILIHAN PAKET

  • Rp 1.300.000
    Ukuran A5 (14,8 x 21 cm)

  • Rp 1.400.000
    Ukuran UNESCO (15,5 x 23 cm)


✅ LAYANAN YANG DIDAPATKAN

  • Desain Cover yang menarik

  • Layout Naskah profesional

  • Proofreading untuk naskah lebih rapi

  • ISBN dan QRCBN resmi

  • Sertifikat Penulis


🎁 FASILITAS TAMBAHAN

  • Materi promosi digital

  • Terindeks Google Scholar

  • Royalti penulis

  • Pemasaran cetak & digital


📞 Hubungi Kami!

Konsultasi GRATIS via WhatsApp:
📱 0821-9123-2871

🌐 Kunjungi juga: penerbitpakalawaki.com


Tunggu apa lagi?
Jadikan naskahmu sebuah karya yang terbit dan dibaca orang banyak. Promo ini berlaku selama bulan April – jangan sampai ketinggalan!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asu Panting Hantu Legenda Gunung Bawakaraeng

   ============================================== J udul: Asu Panting  Hantu Legenda Gunung Bawakaraeng Penulis:  Hilman Editor:   Damar I Manakku Desain Sampul & Tata Letak:  Ramadhan S Penerbit:  Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan Cet. I, Septeber 2025 viii + 229 hlm ; 14 x 20  cm ==================================== KATA PENGANTAR Mitos selalu hadir sebagai cermin kegelisahan manusia. Ia lahir dari perjumpaan antara rasa takut, imajinasi, dan pengalaman kolektif yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Asu Panting , misalnya, sebuah cerita yang akhir-akhir viral di media sosial sebetulnya bukan sekadar kisah tentang makhluk gaib, melainkan penanda bagaimana masyarakat Bugis-Makassar membingkai relasi mereka dengan alam, dengan kegelapan, dan dengan dunia yang tak kasat mata. Sebagai penulis yang selama ini juga menaruh perhatian pada tradisi lisan, narasi rakyat, dan sejarah lokal, saya memandang buku ini penting buk...

Konsep Dasar dan Tujuan Psikologi Pendidikan

  =================== Judul: Konsep Dasar dan Tujuan Psikologi Pendidikan Penulis: Dr. Salam, M.Pd. Tata Letak: Muh. Syakir Fadhli Desain Sampul: Shakiru Daichi Penerbit: Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan Tahun Terbit: 2024 Dimensi Cetak: 15.5 x 23 cm ===================   Buku ini diniati sebagai bahan ajar mahasiswa yang merangkum beberapa materi perkuliahan Psikologi Pendidikan di perguruan tinggi dengan menawarkan Konsep Dasar dan Tujuan sebagai rujukan sumber belajar yang akan dicapai sebagai berikut. Pertama, Buku ini diampuh oleh dosen pengampuh Matakuliah Psikologi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar,   Dr. Salam, M.Pd.        Kedua, Buku ini semula merupakan bahan perkuliahan psikologi pendidikan Jurusan Bahasa Indonesia. Buku ini   disusun dalam 8 bab sebagai bahan ajar   mahasiswa yang terdiri dari 8 materi ajar setiap babnya. Bab 1 membahas mengenai konsep dasar dan tujuan psikologi pendidi...

Daeng Kanduruan, Guru yang Menulis Karya Sastra dan Aktif dalam Pergerakan

Ilustrasi tirto.id Penerbitpakalawaki.com- Pendidikan adalah upaya menuju perubahan yang lebih baik. Salah satu pelaku dalam usaha ini tentu saja guru. Setiap tanggal 25 November yang jatuh pada esok hari, pemerintah memperingatinya sebagai Hari Guru. Hal ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden no. 78 tahun 1994. Salah seorang tokoh pendidikan sastrawan dan aktivis pergerakan yang kiranya jarang diketahui publik nasional adalah Daeng Kanduruan Ardiwinata (1866-1947).  Sang Kanduruan Ardiwinata terlahir dari seorang ayah berdarah Bugis dan ibu berdarah Sunda. Menurut Tini Kartini dalam Daeng Kanduruan Ardiwinata: Sastrawan Sunda (1979, hlm.1), jiwa pejuangnya diwariskan dari garis keturunan ayah. Kakeknya yang bernama Karaeng Yukte Desialu adalah Raja Lompo (besar) dari Makassar yang dibuang ke Bandung oleh pemerintah Belanda karena memberontak. Ia dibuang bersama putranya, Baso Daeng alias Daeng Sulaeman, dan kakanya, Karaeng Balasuka.  Di Bandung, Baso Daeng Pasau mempe...