Judul:
Teknologi dan Estetika Inovatif dalam Administrasi Pendidikan
Penulis:
Istha Herlitha, La Ridwan Wasamba, Krisnawati, Ridha Anugrah Kahar, Dahliah, Sabbi Hisma, Mega Purnama, Nurul Annisa, Lala Vitaloka, Alya Ashari F, Syumardi, Evi Kurnia Kadir, Andi Tanri Bulan, Nurul Anggraeni, Dita Adelia Muallim, Andang Subagyo, Febriana Putri, Nurhidayah, Riana Sampe, Norma, Nurchalisah Zaidin, Nurul Auliyaputri, Ashfary Mukrim, Faisal, Sahriah, Nur Nabila, Sri Putri Mayanti, Amin Rais, Waahyuni, Nurhandayani, Rezky Rianti, Cakjra Ikhsan Amal, Muh.Najib L, Bagus Pujianto
Editor:
Damar I Manakku
Desain Sampul & Tata Letak:
Damar I Manakku
Penerbit:
Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan
Cet. I, Januari
viii + 129 hlm ; 15 x 23 cm
ISBN
(dalam proses)
Ketersediaan Buku:
Tersedia
====================================
Dalam lanskap pendidikan modern yang semakin kompleks, konsep interdisipliner muncul sebagai jawaban atas keterbatasan pendekatan monodisipliner yang telah mendominasi sistem pendidikan selama berabad-abad. Latar belakang munculnya interdisipliner dapat ditelusuri kembali
ke abad ke-20, ketika revolusi ilmiah dan teknologi memaksa para akademisi untuk melihat masalah dunia nyata seperti krisis lingkungan, ketimpangan sosial, dan inovasi digital tidak lagi sebagai domain tunggal disiplin ilmu.
Pendidikan tradisional, yang sering kali memisahkan matematika, sains, humaniora, dan seni ke dalam silo-silo terpisah, gagal memberikan solusi holistik. Misalnya, masalah perubahan iklim tidak bisa diatasi hanya melalui fisika atau ekonomi a4saja; diperlukan integrasi antara ilmu pengetahuan alam, sosial, dan teknologi. Di Indonesia, konteks inidiperkuat oleh kebijakan pendidikan nasional seperti Kurikulum 2013, yang mendorong pembelajaran berbasis proyek lintas mata pelajaran, namun implementasinya masih menghadapi tantangan seperti kurangnya pelatihan guru dan infrastruktur. Globalisasi dan era digital, dengan munculnya big data dan kecerdasan buatan, semakin menuntut pendidikan

Komentar
Posting Komentar