Langsung ke konten utama

Jejak Waktu : Izinkan Aku Kembali Memutar Waktu


 =====================

Judul : 
Jejak Waktu : Izinkan Aku Kembali Memutar Waktu

Penulis:
Ramlah Rara

Tata Letak dan Sampul:
Shakiru Daichi

Penerbit:
Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan

Tahun Terbit:
2023

===================

Kadang, dalam perjalanan hidup ini, kita menghadapi berbagai tantangan dan rintangan yang tidak bisa dihindari. Namun, seperti yang dikatakan dalam penggalan sebelumnya, semuanya hanya persoalan waktu.

Dalam naik turunnya arus kehidupan, kita seringkali dihadapkan pada momen bahagia dan sedih. Tidak ada kesenangan yang abadi, begitu juga dengan kesedihan. Semuanya akan berlalu dan digantikan oleh waktu yang terus berjalan.

Namun, janganlah terlalu terlena dengan heningnya waktu saat kita beristirahat. Kita perlu melihat ke belakang, melihat perjalanan panjang yang telah kita tempuh. Dalam perjalanan itu, kita belajar dan menghadapi berbagai tantangan. Dan dari situlah, kita bisa mengatur strategi untuk langkah-langkah berikutnya, dengan kata belajar dan kemudian menerimanya dengan ikhlas.

Momen-momen ketika kita merasa dipaksa untuk ikhlas oleh keadaan, bisa menjadi penyebab munculnya kekecewaan atau ketidakpuasan. Namun, dalam kondisi apapun, mari kita berusaha untuk bersyukur. Dengan bersyukur, kita akan menemukan kedamaian dalam hati dan semesta akan merestui perjalanan kita.

Selain itu, janganlah lupa merayakan setiap kemenangan yang kita raih. Meskipun terkadang kemenangan itu mungkin terasa kecil atau tersembunyi di balik kesulitan, namun setiap langkah kecil yang kita ambil membawa kita lebih dekat menuju tujuan kita.

Jadi, mari kita hadapi setiap persoalan yang kita temui dengan penuh keberanian dan keikhlasan. Kita adalah bagian dari perjalanan panjang ini, dan di tangan sang pencipta, kita akan menemukan jalan yang tepat. Maka, janganlah sia-siakan waktu yang telah kita peroleh, melainkan gunakanlah dengan bijak dan penuh semangat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asu Panting Hantu Legenda Gunung Bawakaraeng

   ============================================== J udul: Asu Panting  Hantu Legenda Gunung Bawakaraeng Penulis:  Hilman Editor:   Damar I Manakku Desain Sampul & Tata Letak:  Ramadhan S Penerbit:  Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan Cet. I, Septeber 2025 viii + 229 hlm ; 14 x 20  cm ==================================== KATA PENGANTAR Mitos selalu hadir sebagai cermin kegelisahan manusia. Ia lahir dari perjumpaan antara rasa takut, imajinasi, dan pengalaman kolektif yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Asu Panting , misalnya, sebuah cerita yang akhir-akhir viral di media sosial sebetulnya bukan sekadar kisah tentang makhluk gaib, melainkan penanda bagaimana masyarakat Bugis-Makassar membingkai relasi mereka dengan alam, dengan kegelapan, dan dengan dunia yang tak kasat mata. Sebagai penulis yang selama ini juga menaruh perhatian pada tradisi lisan, narasi rakyat, dan sejarah lokal, saya memandang buku ini penting buk...

Konsep Dasar dan Tujuan Psikologi Pendidikan

  =================== Judul: Konsep Dasar dan Tujuan Psikologi Pendidikan Penulis: Dr. Salam, M.Pd. Tata Letak: Muh. Syakir Fadhli Desain Sampul: Shakiru Daichi Penerbit: Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan Tahun Terbit: 2024 Dimensi Cetak: 15.5 x 23 cm ===================   Buku ini diniati sebagai bahan ajar mahasiswa yang merangkum beberapa materi perkuliahan Psikologi Pendidikan di perguruan tinggi dengan menawarkan Konsep Dasar dan Tujuan sebagai rujukan sumber belajar yang akan dicapai sebagai berikut. Pertama, Buku ini diampuh oleh dosen pengampuh Matakuliah Psikologi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar,   Dr. Salam, M.Pd.        Kedua, Buku ini semula merupakan bahan perkuliahan psikologi pendidikan Jurusan Bahasa Indonesia. Buku ini   disusun dalam 8 bab sebagai bahan ajar   mahasiswa yang terdiri dari 8 materi ajar setiap babnya. Bab 1 membahas mengenai konsep dasar dan tujuan psikologi pendidi...

Daeng Kanduruan, Guru yang Menulis Karya Sastra dan Aktif dalam Pergerakan

Ilustrasi tirto.id Penerbitpakalawaki.com- Pendidikan adalah upaya menuju perubahan yang lebih baik. Salah satu pelaku dalam usaha ini tentu saja guru. Setiap tanggal 25 November yang jatuh pada esok hari, pemerintah memperingatinya sebagai Hari Guru. Hal ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden no. 78 tahun 1994. Salah seorang tokoh pendidikan sastrawan dan aktivis pergerakan yang kiranya jarang diketahui publik nasional adalah Daeng Kanduruan Ardiwinata (1866-1947).  Sang Kanduruan Ardiwinata terlahir dari seorang ayah berdarah Bugis dan ibu berdarah Sunda. Menurut Tini Kartini dalam Daeng Kanduruan Ardiwinata: Sastrawan Sunda (1979, hlm.1), jiwa pejuangnya diwariskan dari garis keturunan ayah. Kakeknya yang bernama Karaeng Yukte Desialu adalah Raja Lompo (besar) dari Makassar yang dibuang ke Bandung oleh pemerintah Belanda karena memberontak. Ia dibuang bersama putranya, Baso Daeng alias Daeng Sulaeman, dan kakanya, Karaeng Balasuka.  Di Bandung, Baso Daeng Pasau mempe...