Langsung ke konten utama

Cahaya di Ujung Gerimis


 

 ==============================================

Judul:

Cahaya di Ujung Gerimis

Penulis: 
Guru dan Siswa SMKN Sulbar

Editor: 

Suparman Sopu

Desain Sampul & Tata Letak: Damar I Manakku

Penerbit: Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan

Cet. I, Desember 2024
viii + 101 hlm ; 14 x 20 cm

====================================

Cahaya di Ujung Gerimis adalah simbol dari harapan yang selalu ada, meskipun kehidupan sering kali menghadapkan kita pada situasi yang penuh dengan ketidakpastian dan tantangan. Setiap cerita dalam buku ini, kita diajak untuk melihat bagaimana setiap individu -dengan segala perbedaan dan keunikannya- berjuang untuk menemukan cahaya harapan yang tidak pernah padam, meskipun gerimis dan badai kehidupan sering datang menghadang.

Saya mengucapkan selamat kepada para penulis, baik guru maupun siswa, yang telah berhasil menuliskan karyanya di dalam buku ini. Semoga Cahaya di Ujung Gerimis dapat memberikan inspirasi, menggugah hati, dan membuka mata kita semua bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada harapan yang menanti di ujung perjalanan.

Saya ucapkan terima kasih banyak kepada guru dan siswa yang telah melahirkan karya sastra cerpen yang dimuat di dalam buku Kumpulan cerpen ini. Anda telah mengabadikan karya, memgabadikan diri dalam karya sastra, yang memberi manfaat bagi generasi pada lintas dimensi.

Tak lupa penghargaan dan terima kasih kepada Bapak Dr. Suparman, S. Pd., M. Pd. -dalam karya-karya dan bukunya selalu ditulis Suparman Sopu- yang membersamai SMKN Sulawesi Barat mulai dari memberikan materi pelatihan literasi, bimbingan khusus teknik membuat puisi dan cerpen, mengoreksi karya-karya guru dan siswa SMKN Sulawesi Barat sampai pada terbitnya buku kumpulan cerpen dan puisi SMKN Sulawesi Barat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asu Panting Hantu Legenda Gunung Bawakaraeng

   ============================================== J udul: Asu Panting  Hantu Legenda Gunung Bawakaraeng Penulis:  Hilman Editor:   Damar I Manakku Desain Sampul & Tata Letak:  Ramadhan S Penerbit:  Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan Cet. I, Septeber 2025 viii + 229 hlm ; 14 x 20  cm ==================================== KATA PENGANTAR Mitos selalu hadir sebagai cermin kegelisahan manusia. Ia lahir dari perjumpaan antara rasa takut, imajinasi, dan pengalaman kolektif yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Asu Panting , misalnya, sebuah cerita yang akhir-akhir viral di media sosial sebetulnya bukan sekadar kisah tentang makhluk gaib, melainkan penanda bagaimana masyarakat Bugis-Makassar membingkai relasi mereka dengan alam, dengan kegelapan, dan dengan dunia yang tak kasat mata. Sebagai penulis yang selama ini juga menaruh perhatian pada tradisi lisan, narasi rakyat, dan sejarah lokal, saya memandang buku ini penting buk...

Konsep Dasar dan Tujuan Psikologi Pendidikan

  =================== Judul: Konsep Dasar dan Tujuan Psikologi Pendidikan Penulis: Dr. Salam, M.Pd. Tata Letak: Muh. Syakir Fadhli Desain Sampul: Shakiru Daichi Penerbit: Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan Tahun Terbit: 2024 Dimensi Cetak: 15.5 x 23 cm ===================   Buku ini diniati sebagai bahan ajar mahasiswa yang merangkum beberapa materi perkuliahan Psikologi Pendidikan di perguruan tinggi dengan menawarkan Konsep Dasar dan Tujuan sebagai rujukan sumber belajar yang akan dicapai sebagai berikut. Pertama, Buku ini diampuh oleh dosen pengampuh Matakuliah Psikologi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar,   Dr. Salam, M.Pd.        Kedua, Buku ini semula merupakan bahan perkuliahan psikologi pendidikan Jurusan Bahasa Indonesia. Buku ini   disusun dalam 8 bab sebagai bahan ajar   mahasiswa yang terdiri dari 8 materi ajar setiap babnya. Bab 1 membahas mengenai konsep dasar dan tujuan psikologi pendidi...

Daeng Kanduruan, Guru yang Menulis Karya Sastra dan Aktif dalam Pergerakan

Ilustrasi tirto.id Penerbitpakalawaki.com- Pendidikan adalah upaya menuju perubahan yang lebih baik. Salah satu pelaku dalam usaha ini tentu saja guru. Setiap tanggal 25 November yang jatuh pada esok hari, pemerintah memperingatinya sebagai Hari Guru. Hal ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden no. 78 tahun 1994. Salah seorang tokoh pendidikan sastrawan dan aktivis pergerakan yang kiranya jarang diketahui publik nasional adalah Daeng Kanduruan Ardiwinata (1866-1947).  Sang Kanduruan Ardiwinata terlahir dari seorang ayah berdarah Bugis dan ibu berdarah Sunda. Menurut Tini Kartini dalam Daeng Kanduruan Ardiwinata: Sastrawan Sunda (1979, hlm.1), jiwa pejuangnya diwariskan dari garis keturunan ayah. Kakeknya yang bernama Karaeng Yukte Desialu adalah Raja Lompo (besar) dari Makassar yang dibuang ke Bandung oleh pemerintah Belanda karena memberontak. Ia dibuang bersama putranya, Baso Daeng alias Daeng Sulaeman, dan kakanya, Karaeng Balasuka.  Di Bandung, Baso Daeng Pasau mempe...