Langsung ke konten utama

Memeluk Puisi Di Tanah Luwu Timur


 

 ==============================================

Judul:

Memeluk Puisi Di Tanah Luwu Timur

Penulis: 
Siswa SMKN 2 Luwu Timur

Editor: 

Damar I Manakku

Desain Sampul & Tata Letak: Damar I Manakku

Penerbit: Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan

Cet. I, Oktober 2024
viii + 107hlm ; 14 x 20 cm

====================================

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kumpulan puisi Memeluk Puisi di Tanah Luwu Timur karya siswa SMKN 2 Luwu Timur ini dapat hadir di tengah-tengah pembaca. Buku ini adalah cerminan kreativitas, kepekaan, dan semangat para siswa dalam mengungkapkan gagasan, perasaan, serta cinta mereka terhadap tanah kelahiran dan kehidupan di sekitarnya. Luwu Timur, dengan keindahan alamnya, kekayaan budayanya, dan keragaman masyarakatnya, telah menjadi inspirasi tak terbatas bagi para siswa dalam melahirkan puisi-puisi ini.

 Dalam setiap bait yang tersusun, terselip kekaguman pada tanah leluhur, kerinduan akan kedamaian, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Kumpulan puisi ini adalah bentuk apresiasi terhadap tanah yang mereka pijak sekaligus upaya untuk menjaga warisan sastra di tengah kemajuan zaman.

 Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh siswa yang telah berkontribusi dalam menyusun karya ini, juga kepada para guru dan pembimbing yang senantiasa mendukung serta mendorong lahirnya kreativitas siswa. Tidak lupa, apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada pihak sekolah dan masyarakat Luwu Timur yang telah memberikan ruang bagi tumbuhnya karya sastra lokal seperti ini.

 Memeluk Puisi di Tanah Luwu Timur 2 Semoga Memeluk Puisi di Tanah Luwu Timur tidak hanya menjadi bacaan yang menginspirasi, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya mencintai dan menjaga budaya serta keindahan alam daerah kita. Kami berharap buku ini dapat menanamkan semangat berkarya pada generasi muda dan memperkaya khasanah sastra Indonesia. Selamat membaca dan menikmati untaian puisi yang penuh rasa ini. Semoga Memeluk Puisi di Tanah Luwu Timur dapat menjadi pelukan hangat yang menyentuh hati setiap pembaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Dasar dan Tujuan Psikologi Pendidikan

  =================== Judul: Konsep Dasar dan Tujuan Psikologi Pendidikan Penulis: Dr. Salam, M.Pd. Tata Letak: Muh. Syakir Fadhli Desain Sampul: Shakiru Daichi Penerbit: Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan Tahun Terbit: 2024 Dimensi Cetak: 15.5 x 23 cm ===================   Buku ini diniati sebagai bahan ajar mahasiswa yang merangkum beberapa materi perkuliahan Psikologi Pendidikan di perguruan tinggi dengan menawarkan Konsep Dasar dan Tujuan sebagai rujukan sumber belajar yang akan dicapai sebagai berikut. Pertama, Buku ini diampuh oleh dosen pengampuh Matakuliah Psikologi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar,   Dr. Salam, M.Pd.        Kedua, Buku ini semula merupakan bahan perkuliahan psikologi pendidikan Jurusan Bahasa Indonesia. Buku ini   disusun dalam 8 bab sebagai bahan ajar   mahasiswa yang terdiri dari 8 materi ajar setiap babnya. Bab 1 membahas mengenai konsep dasar dan tujuan psikologi pendidi...

Asu Panting Hantu Legenda Gunung Bawakaraeng

   ============================================== J udul: Asu Panting  Hantu Legenda Gunung Bawakaraeng Penulis:  Hilman Editor:   Damar I Manakku Desain Sampul & Tata Letak:  Ramadhan S Penerbit:  Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan Cet. I, Septeber 2025 viii + 229 hlm ; 14 x 20  cm ==================================== KATA PENGANTAR Mitos selalu hadir sebagai cermin kegelisahan manusia. Ia lahir dari perjumpaan antara rasa takut, imajinasi, dan pengalaman kolektif yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Asu Panting , misalnya, sebuah cerita yang akhir-akhir viral di media sosial sebetulnya bukan sekadar kisah tentang makhluk gaib, melainkan penanda bagaimana masyarakat Bugis-Makassar membingkai relasi mereka dengan alam, dengan kegelapan, dan dengan dunia yang tak kasat mata. Sebagai penulis yang selama ini juga menaruh perhatian pada tradisi lisan, narasi rakyat, dan sejarah lokal, saya memandang buku ini penting buk...

Daeng Kanduruan, Guru yang Menulis Karya Sastra dan Aktif dalam Pergerakan

Ilustrasi tirto.id Penerbitpakalawaki.com- Pendidikan adalah upaya menuju perubahan yang lebih baik. Salah satu pelaku dalam usaha ini tentu saja guru. Setiap tanggal 25 November yang jatuh pada esok hari, pemerintah memperingatinya sebagai Hari Guru. Hal ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden no. 78 tahun 1994. Salah seorang tokoh pendidikan sastrawan dan aktivis pergerakan yang kiranya jarang diketahui publik nasional adalah Daeng Kanduruan Ardiwinata (1866-1947).  Sang Kanduruan Ardiwinata terlahir dari seorang ayah berdarah Bugis dan ibu berdarah Sunda. Menurut Tini Kartini dalam Daeng Kanduruan Ardiwinata: Sastrawan Sunda (1979, hlm.1), jiwa pejuangnya diwariskan dari garis keturunan ayah. Kakeknya yang bernama Karaeng Yukte Desialu adalah Raja Lompo (besar) dari Makassar yang dibuang ke Bandung oleh pemerintah Belanda karena memberontak. Ia dibuang bersama putranya, Baso Daeng alias Daeng Sulaeman, dan kakanya, Karaeng Balasuka.  Di Bandung, Baso Daeng Pasau mempe...