Langsung ke konten utama

Balance Of Muslim Morals In The Millenial Era

   


                                                    ==========================

Penulis : Irfandi Nizar Gumiwang,dkk
Desain Sampul & Tata Letak  : Damar I Manakku
Tebal halaman: 189 halaman
Ukuran buku : 14,8 x 21 cm
ISBN ; ( Masih dalam proses)
Genre : Pendidikan
Penerbit: Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan
Harga  : -
Website: www.penerbitpakalawaki.com

====================== =======

Sebagai hamba yang diciptakan Allah, manusia harus tunduk dan patuh kepada yang menciptakan. Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk. Allah menyempurnakan ciptaan-Nya itu dengan akal, roh, dan nafsu. Dari kelebihan yang diciptakan Allah, manusia dapat menikmati apa saja di bumi ini. Manusia diberi kemampuan untuk merencanakan pekerjaan, melakukannya dan menikmati hasilnya. Manusia melihat, mengingat, melihat masa lalu dan kemampuan berprediksi. Yang menikmati keindahan alam ini hanyalah manusia. Manusia diberi kemampuan untuk berfikir tentang ciptaan Allah berupa alam semesta jagad raya, sebagai tanda kebesaran Allah. Manusia dapat mengetahui siapa sesungguhnya dirinya itu, agar tahu diri. Allah menciptakan semua ciptaan-Nya itu dengan perencanaan. Tak ada yang diciptakan itu tanpa perencanaan.

Sekarang, apakah manusia masih tetap membangkang tatkala Sang Penciptanya memanggil untuk menghadap kepada-Nya? Ataukah manusia masih mengingkari nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada manusia? Ataukah manusia masih saja menolak perintah-perintahnya? Orang yang sudah menyandang “Islam” sebagai agamanya tak ada kata lain kecuali hanya tunduk dan patuh. Islam itu sendiri berarti tunduk dan patuh.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asu Panting Hantu Legenda Gunung Bawakaraeng

   ============================================== J udul: Asu Panting  Hantu Legenda Gunung Bawakaraeng Penulis:  Hilman Editor:   Damar I Manakku Desain Sampul & Tata Letak:  Ramadhan S Penerbit:  Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan Cet. I, Septeber 2025 viii + 229 hlm ; 14 x 20  cm ==================================== KATA PENGANTAR Mitos selalu hadir sebagai cermin kegelisahan manusia. Ia lahir dari perjumpaan antara rasa takut, imajinasi, dan pengalaman kolektif yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Asu Panting , misalnya, sebuah cerita yang akhir-akhir viral di media sosial sebetulnya bukan sekadar kisah tentang makhluk gaib, melainkan penanda bagaimana masyarakat Bugis-Makassar membingkai relasi mereka dengan alam, dengan kegelapan, dan dengan dunia yang tak kasat mata. Sebagai penulis yang selama ini juga menaruh perhatian pada tradisi lisan, narasi rakyat, dan sejarah lokal, saya memandang buku ini penting buk...

Konsep Dasar dan Tujuan Psikologi Pendidikan

  =================== Judul: Konsep Dasar dan Tujuan Psikologi Pendidikan Penulis: Dr. Salam, M.Pd. Tata Letak: Muh. Syakir Fadhli Desain Sampul: Shakiru Daichi Penerbit: Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan Tahun Terbit: 2024 Dimensi Cetak: 15.5 x 23 cm ===================   Buku ini diniati sebagai bahan ajar mahasiswa yang merangkum beberapa materi perkuliahan Psikologi Pendidikan di perguruan tinggi dengan menawarkan Konsep Dasar dan Tujuan sebagai rujukan sumber belajar yang akan dicapai sebagai berikut. Pertama, Buku ini diampuh oleh dosen pengampuh Matakuliah Psikologi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar,   Dr. Salam, M.Pd.        Kedua, Buku ini semula merupakan bahan perkuliahan psikologi pendidikan Jurusan Bahasa Indonesia. Buku ini   disusun dalam 8 bab sebagai bahan ajar   mahasiswa yang terdiri dari 8 materi ajar setiap babnya. Bab 1 membahas mengenai konsep dasar dan tujuan psikologi pendidi...

Daeng Kanduruan, Guru yang Menulis Karya Sastra dan Aktif dalam Pergerakan

Ilustrasi tirto.id Penerbitpakalawaki.com- Pendidikan adalah upaya menuju perubahan yang lebih baik. Salah satu pelaku dalam usaha ini tentu saja guru. Setiap tanggal 25 November yang jatuh pada esok hari, pemerintah memperingatinya sebagai Hari Guru. Hal ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden no. 78 tahun 1994. Salah seorang tokoh pendidikan sastrawan dan aktivis pergerakan yang kiranya jarang diketahui publik nasional adalah Daeng Kanduruan Ardiwinata (1866-1947).  Sang Kanduruan Ardiwinata terlahir dari seorang ayah berdarah Bugis dan ibu berdarah Sunda. Menurut Tini Kartini dalam Daeng Kanduruan Ardiwinata: Sastrawan Sunda (1979, hlm.1), jiwa pejuangnya diwariskan dari garis keturunan ayah. Kakeknya yang bernama Karaeng Yukte Desialu adalah Raja Lompo (besar) dari Makassar yang dibuang ke Bandung oleh pemerintah Belanda karena memberontak. Ia dibuang bersama putranya, Baso Daeng alias Daeng Sulaeman, dan kakanya, Karaeng Balasuka.  Di Bandung, Baso Daeng Pasau mempe...